Minggu, 13 November 2011

Congratulation Komodo as the New7Wonders of Nature!

Pulau Komodo akhirnya terpilih sebagai salah-satu tujuh keajaiban dunia versi organisasi New7Wonders.



Pulau Komodo meraih hasil voting terbanyak, bersama enam lokasi lain. Tak dijelaskan siapa yang meraih suarah terbanyak. Yayasan New Seven Wonders hanya mengumumkan sesuai abjad.

Namun masih ada kemungkinan perubahan pemenang dari daftar yang ada sekarang. Untuk itu panitia masih memeriksa, menghitung, dan memverifikasi secara independen jumlah perolehan suara yang masuk. Sedangkan pemenang resmi akan diumumkan dan dikonfirmasi pada awal 2012.

Akhirnya Pulau Komodo terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia dalam kontes yang diselenggarakan Yayasan New7Wonders. Pada situs yang beralamat www.new7wonders.com, hari Sabtu (12/11) dinihari mengumumkan 7 keajaiban alam ini pada perhitungan suara sampai tanggal 11-11-2011.
Pulau Komodo berada di jejeran keajaiban alam di dunia ini. Dalam laman pribadinya, New7Wonder mengatakan masih memeriksa, menghitung dan memverifikasi secara independen jumlah perolehan suara yang masuk. Pemenang resmi akan diumumkan dan dikonfirmasi pada awal tahun 2012.
Peringkat yang dimunculkan juga berdasarkan abjad, bukan jumlah perolehan suara. Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:

1. Hutan Amazon di Amerika Selatan
2. Teluk Halong di Vietnam
3. Air terjun Iguazu di perbatasan Brasil dan Argentina
4. Pulau Jeju di Korea Selatan
5. Pulau Komodo di Indonesia
6. Sungai bawah tanah Puerto Princesa di Filipina
7. Table Mountain atau gunung berbentuk meja di Afrika Selatan

SUMBER: http://berita.liputan6.com/read/362531/pulau-komodo-masuk-tujuh-besar

Rabu, 09 November 2011

Soto Daging Madura

Soto Daging Madura


Nama : - Debby Marliani  (11211782)
       - Difa Dasa Putri (12211073)

Kelas: 1EA25 




Bahan:
500 gr daging sandung lamur
1 liter air
2 batang daun prei ukuran sedang, iris kasar
2 tangkai seledri, simpul
6 butir telur ayam rebus
1 sdm beef stock powder
2 sdt garam /secukupnya
1 sdt gula pasir /secukupnya
Minyak sayur untuk menumis

Bumbu halus:
4 cm jahe
3 cm kunyit
7 butir bawang merah, iris kasar & tumis
5 siung bawang putih, iris kasar & tumis
5 butir kemiri

Pelengkap:
Kecap asin
Kecap manis
Jeruk nipis, belah2
Krupuk udang
Taburan:
Bawang merah goreng
Seledri, iris halus
Sambal rebus:
2 buah cabe merah, iris kasar
Cabe rawit sesue slera
3 butir kemiri
Garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Didihkan air, masukkan daging. Rebus sampe setengah matang, tiriskan daging.
2. Biarkan kaldu diatas api kecil. Potong-potong daging seukuran single bite, sisihkan.
3. Panasin minyak, tumis bumbu halus sampe wangi & matang. Masukin potongan daging, aduk rata.
4. Masukin tumisan ke dalam kaldu bersama telur rebus. Bumbui beef stock, garam, gula & seledri.
5. Masak sampe daging mulai empuk (kalo kuahnya kurang, tambahin air (panas).
6. Masukkan daun prei, tutup rapat sampe semuanya masak. Angkat dan sajikan.
7. Sambal: Rebus semua bahan kecuali garam. Tiriskan & haluskan bersama garam, beri air perebus cabe 2-3 sdm, aduk rata.
8. Penyajian: Tiriskan telur & belah dua. Letakkan beberapa potong daging di mangkuk kecil2, beri telur, siram dengan kuah. Taburi seledri & bawang goreng.
Sajikan dengan kecap manis, kecap asin, jeruk nipis & sambal yang ditempatkan terpisah, lengkapi dengan nasi hangat & krupuk udang.
9. Tips: Kalo mau lebih sedap, gantikan 200gr daging dengan 400gr tulang2 berdaging (misal: iga, buntut). Kalo ngga berpantang jerohan, ganti 300gr daging dengan jerohan sapi (usus, babat, paru, limpa). Rebus jerohan sampe setengah matang, buang airnya (mengurangi amis & kadar oksalat) lalu satukan bersama daging, olah sesuai resep.

sumber: http://resepmasakanindonesia.idcc.info/resep-masakan-soto-daging-madura.htm

Kebudayaan Thailand

Pendahuluan

Saya mengambil contoh budaya yang ada di Thailand karena ketika saya browsing di internet saya langsung merasa tertarik untuk membacanya dan kemudian langsung ingin mengetehaui lebih banyak lagi tentang budaya yang ada disana. Budaya yang saya ambil adalah wanita Suku Karen Padaung yang menggunakan gelang di leher. Ini hanyalah salah satu budaya yang sangat menonjol di negara Thailand, sebenarnya masih banyak budaya yang kita bisa ambil dari negara ini. Namun saya hanya tertarik dengan keanehan budaya tersebut. Pertamanya, saya merasa takjub dan merasa aneh sewaktu melihat gambar di google yang memperlihatkan leher mereka. Untuk orang awam seperti kita tentunya merasa aneh melihat budaya seperti ini. Entah bisa dibilang ini suatu keindahan atau siksaan bagi wanita Suku Karen Padaung ini. Sewaktu saya melihatnya pertama kali, saya langsung merasa tertarik untuk lebih ingin tahu tentang budaya tersebut sehingga saya langsung mengerjakan tugas ini.


Gelang Leher Wanita Suku Karen Padaung di Thailand


Padaung yang terletak di pegunungan Burma sampai Thailand mempunyai kebiasaan yang sangat unik dan tidak wajar. Para wanita suku Padaung memasang gelang pada leher mereka. Rasa sakit harus mereka alami selama bertahun tahun. Gelang yang sudah di pasang dari awal, anti untuk melepasnya.







Leher adalah bagian tubuh yang menghubungkan leher dan kepala akan disisipi gelang logam yang beratnya bisa mencapai lebih dari 5 kg dan gelang kaki di bawah lutut beratnya 1 kg. Jadi mereka setiap harinya membawa beban 6 kg. Dan panjangnya pun bisa mencapai 40 cm atau hampir setengah meter. Gelang tersebut dipakaikan saat usia 5 tahun. Awalnya hanya 2-3 gelang yang di tumpuk, dan setiap 2-3 tahun sekali tumpukan gelang di tambah sampai umur mereka 19 tahun. Tulang leher yang selama ini di topang logam justru akan lemah. Sesak nafas dan berujung kematian yang dapat ditimbulkan jika gelang itu dilepas secara tiba-tiba. Berat gelang-gelang itu mendorong tulang selangka, tulang bahu dan tulang rusuk turun. Sehingga secara otomatis leher wanita itu memanjang.
Fungsi lain dari gelang-gelang itu adalah sebagai pelindung.
Lingkaran gelang yang ditambahkan dari ia kecil hingga dewasa menyebabkan bahu mereka melekuk secara dramatis dan leher mereka pun menjadi panjang. Mereka menganggap memakai gelang logam itu adalah tanda kecantikan. Dimana gelang-gelang tadi dibentuk melingkar atau dililitkan ke leher mereka. Gelang itu bisa dilepas tapi proses pelepasannya sendiri tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan dan meninggal dunia.


Kesimpulan

Menurut saya, budaya Thailand adalah satu dari sekian banyak budaya yang paling unik dan sangat menakjubkan. Thailand mempunyai budaya yang sangat banyak dan salah satunya adalah gelang di leher yang ada di Suku Karen Padaung. Dan budaya ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Mereka ingin lebih banyak mengetahui tentang budaya tersebut. Dan dapat saya simpulkan, jika budaya ini sangat berbahaya dan tidak layak untuk dilakukan karena itu hanya bisa menyiksa si pemakai. Tapi, bagaimanapun juga itu adalah budaya yang sudah ada dari nenek moyang mereka dan kita harus menghargai perbedaan dari budaya negara lain. 
Sumber: http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=28634
                http://timetotalks.blogspot.com/2010/02/fakta-mengerikan-bagi-wanita-  suku.html
                http://www.forumbebas.com/printthread.php?tid=109587